Wednesday, 30 August 2017

10 Istilah Keamanan Cyber yang Wajib Diketahui

Berkembangnya ancaman cyber yang kian meresahkan mengharuskan Anda harus memahami istilah keamanan cyber untuk menjaga Anda tetap terjaga. Apabila Anda kurang familiar dengan istilah teknis maka melindungi perangkat akan lebih sulit.

10 Istilah Keamanan Cyber yang Wajib Diketahui
Sumber:pixabay.com
Berikut istilah atau jargon mengenai keamanan cyber yang mesti Anda ketahui:

1. Botnet, kombinasi dari robot dan network merupakan kumpulan perangkat yang terinfeksi oleh pihak jahat dan digunakan unuk melakukan aktifitas ilegal seperti serangan DDoS, menambang Bitcoin dan menyebarkan email spam. Perangkat yang terkoneksi dengan Internet termasuk router di rumah dapat terinfeksi dan menjadi botnet tanpa sepengetahuan pemiliknya.

2. Data breach atau kebocoran data, hal ini biasanya terjadi setelah jaringan perusahaan diserang sehingga data penting berhasil dicuri. Umumnya data berharga yang dicuri adalah informasi kartu kredit dan pribadi lainnya. Data yang dicuri ini dapat dijual di darknet atau langsung meminta tebusan kepada pemilik perusahaan agar data tidak disebar.

3. DNS attack atau serangan DNS, merupakan teknik untuk memanipulasi trafik Internet sehingga ketika pengguna membuka suatu website maka dialihkan ke website berbahaya. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi pribadi hingga menyebarkan malware melalui website berbahaya.

4. DDoS attack atau serangan DDoS (Distributed Denial of Service), merupakan serangan ke jaringan atau website agar tidak dapat berfungsi misalnya dengan membuat bandwidth habis atau trafik koneksi terlalu tinggi. Untuk membuat serangan sukses, dibutuhkan perangkat terinfeksi dalam jumlah yang banyak atau botnet.

5. Mobile banking trojan, jenis malware yang berkedok aplikasi keuangan namun malahan mencuri data pribadi pengguna. Bahkan, tingkat pengamanan two-factor authentication dapat dilewati dengan menyadap pesan SMS.

6. Open Wi-Fi, sering juga disebut sebagai public wifi yaitu koneksi Internet yang disediakan di hotspot umum dengan trafik data yang tidak terenkripsi sehingga password yang dibuka dengan website bukan HTTPS dapat dicuri.

7. Phishing, penipuan agar pengguna memberikan informasi pribadi melalui email, halaman web ataupun pesan digital lainnya. Phishing dibuat seolah-olah Anda sedang melakukan hal yang aman padahal membuka celah keamanan, misalnya dengan mengklik link pada email dari pengirim yang tidak dikenal.

8. Ransomware, jenis malware yang mengunci data dan meminta biaya tebusan. Tidak ada jaminan setelah pembayaran biaya tebusan maka data akan kembali.

9. Spyware, jenis malware yang digunakan untuk memata-matai pengguna sehingga dapat mengakses data pribadi, aktifitas online dan apa saja yang berharga.

10. Adware, jenis malware yang menampilkan iklan dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial dan biasanya muncul pada browser yang ter-install.

No comments:

Post a Comment