Wednesday, 30 August 2017

Jangan Sampai Kejebak, Ini 5 Hal Penting Sebelum Klik Link

Anda menemukan atau menerima suatu link? Apakah link tersebut hanya jebakan sehingga berbahaya untuk dibuka? Seperti yang kita ketahui, tindakan phising atau penipuan sangat gencar dilakukan apalagi dengan adanya media sosial seperti Facebook yang sepertinya wajib dimiliki oleh setiap pengguna Internet.

Dengan membuka link yang berbahaya tanpa menyadarinya, password Anda mungkin dapat tercuri hingga malware dapat aktif di komputer Anda. Bagaimana bisa link yang dianggap biasa ternyata berbahaya? Simak tips agar terhindar dari mengklik link berbahaya berikut:

Jangan Sampai Kejebak, Ini 5 Hal Penting Sebelum Klik Link
Sumber:pixabay.com
1. Apakah Anda percaya dengan orang yang menaruh/mengirim link?
Tidak ada kata percaya dengan orang lain secara umum. Bahkan teman Anda di Facebook dapat terinfeksi malware dan menyebarkan link berbahaya ke temannya yang lain. Anda harus menaruh rasa curiga untuk setiap link dari siapa saja terutama dari pengirim yang tidak dikenal. Pastikan membuka link dari orang yang dikenal dan diyakini aman terlebih dahulu. Tingkatkan kecurigaan jika menemukan link di dalam email dengan pengirim tidak dikenal dan alamat website pun tidak familiar serta waspada nama website berbahaya yang dibuat mirip dengan website asli.

2. Apakah Anda percaya dengan layanan website?
Layanan website media sosial seperti Facebook dan Twitter terkenal dengan dipenuhi status penuh spam. Status dengan gambar menggoda dan alamat website terlihat familiar namun ternyata hanya jebakan. Umumnya, Anda diminta login untuk dapat melihat konten menarik tersebut namun ternyata data akun Anda yang dicuri.

3. Apakah Anda percaya alamat website tujuan?
Untuk memastikan apakah alamat website yang dituju dari suatu link, Anda cukup menaruh cursor di atas link dan melihat alamat tujuan di bagian bawah browser. Namun, hanya lakukan ini di media sosial terkenal karena website asing dapat merekayasa alamat website tujuan secara visual menggunakan kode tertentu di dalam halaman website.

4. Apakah link terkait dengan kejadian yang sedang heboh?

Penjahat cyber biasanya menggunakan kejadian heboh yang baru saja terjadi untuk menarik minat pengguna Internet. Jika Anda menemukan link viral ini, ingat kembali tiga pertanyaan sebelumnya.

5. Apakah link disingkat?
Anda mungkin sering mendapatkan link diawali bit.ly, goo.gl atau yang lainnya. Alamat website asli yang disingkat dengan link pendek ini dapat menyamarkan alamat website tujuan. Anda dapat mencari tahu terlebih dahulu alamat website tujuan melalui layanan http://longurl.org/ dan http://checkshorturl.com/ terlebih dahulu.

Meskipun tidak semua link berbahaya, namun jangan habiskan waktu Anda untuk membuka website yang tidak Anda harapkan. Banyak link dengan embel-embel judul  heboh namun setelah dilihat ternyata isinya tidak sesuai.

No comments:

Post a Comment