Tuesday, 29 August 2017

Tips Hindari Ancaman Malware Melalui WhatsApp

Sebagai aplikasi kirim pesan terpopuler, WhatsApp termasuk aplikasi yang aktif dikembangkan untuk memiliki fitur baru yang berguna bagi penggunanya. Namun, untuk setiap update yang dirilis, Anda harus mengetahui bagaimana cara menggunakan fitur baru dengan aman agar tidak menjadikan smartphone menjadi target dari penjahat cyber.

Update penting dari WhatsApp yang harus diperhatikan yaitu fitur untuk mengirim file.

Untuk sebagian orang, aplikasi kirim pesan telah menggantikan peran dari email terutama untuk urusan kemudahan dalam membalas pesan dan kecepatan pesan terkirim.

Tips Hindari Ancaman Malware Melalui WhatsApp
Sumber:pixabay.com
Bagaimana untuk urusan mengirim file seperti dokumen seperti file DOC atau PDF? Kini WhatsApp pun menghadiri fitur mengirim file yang memungkinkan pengguna untuk mengirim file pada platform kirim pesan ini. Tentu saja, ada batasan ukuran file yang dapat dikirim namun inilah fitur yang ditunggu-tunggu pengguna WhatsApp.

Email sendiri merupakan media yang efektif dalam menyebarkan malware dan phising dengan harapan penerima email mengaktikan malware. Dengan adanya fitur baru pada WhatsApp yang dapat mengirim file maka sepertinya penjaha cyber akan mulai menggunakan WhatsApp sebagai tren baru penyebaran malware.

Dengan kemampuan WhatsApp dapat mengirim segala jenis file maka file APK sebagai file installer aplikasi Android dapat juga dikirim dengan harapan dijalankan oleh pengguna. Ketika file APK aktif maka smartphone telah diinfeksi oleh malware dan besar kemungkinan data Anda tercuri.

Untuk mengantisipasi penyebaran malware melalui WhatsApp, cara yang digunakan sangat mirip untuk mengantisipasi ancaman pada email, yaitu:

1. Anda tidak boleh membuka attachment atau file yang dikirim oleh orang lain yang tidak Anda ketahui, terutama file dengan ekstensi .APK dimana wajib tidak boleh dibuka sama sekali.
2. Install aplikasi antivirus pada smartphone Anda mungkin dapat meminimalisasi ancaman malware pada Android namun tidak ada jaminan karena perkembangan malware Android sangat tinggi.
3. Pastikan smartphone tidak dapat men-install aplikasi selain dari Google PlayStore. Pengaturan dapat dilakukan melalui menu Settings - Security - Unknown sources. Pastikan opsi Unknown sources dalam keadaan mati.

No comments:

Post a Comment