Thursday, 7 September 2017

Terinsipirasi dari Lumba-lumba, Smartphone Bisa Kena Hack

Instruksi melalui suara untuk bertanya atau melakukan suatu aksi pada smartphone merupakan tren yang sedang diminati termasuk mungkin oleh Anda. Ada berbagai personal assistant seperti Google Assistant dan Siri yang siap mendengarkan dan melakukan aksi yang Anda inginkan.

Baru-baru ini, ahli riset dari Cina menemukan cara untuk berkomunikasi dengan personal assistant Anda. Berteriak di laptop atau smartphone Anda mungkin cara yang frontal. Namun, bagaimana dengan memanfaatkan suara ultrasonik?

Suara ultrasonik merupakan suara yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia karena perbedaan frekuensi. Namun bagaimana dengan perangkat elektronik Anda?

Terinsipirasi dari Lumba-lumba, Smartphone Bisa Kena Hack
Sumber:pixabay.com
Metode yang terinspirasi dari lumba-lumba ini dinamakan DolphinAttack dimana mengambil fakta jika manusia tidak dapat mendengar suara di bawah 20kHz. Jadi, alat yang digunakan yaitu amplifier, ultrasonic transducer dan baterai untuk disambungkan ke smartphone. Saat ini, peralatan untuk mengirim suara ultrasonik sudah siap digunakan.

DolphinAttack telah diimplementasikan ke sistem pengenalan suara populer seperti Siri, Google Now, Samsung S Voice, Huawei HiVoice, Cortana dan Alexa. Bahkan sistem navigasi di mobil Audi pun rentan akan celah keamanan ini.

Pengontrolan melalui suara dapat memiliki banyak fungsi untuk dilakukan oleh sistem. Misalnya, iPhone dapat diperintahkan untuk menelepon nomor tertentu, mengunjungi website tertentu yang berisi malware, matikan layar ketika menjalankan aksi tertentu.

Sumber: Zhejiang University
Permasalahan pada celah keamanan yang dapat mengontrol personal assistant secara ilegal ini bukanlah pada software voice command sendiri, melainkan pada kapasitas audio dimana di dalam jarak 1,7 meter pun DolphinAttack masih dapat dilakukan.

Riset mengenain DolphinAttack akan menjadi topik hangat yang akan dibahas di  ACM Conference on Computer and Communications Security di bulan Oktober depan.

No comments:

Post a comment