Friday, 8 September 2017

Waspada! Ransomware Mengincar Jenis Korban Ini dan Alasannya

Berdasarkan metode penyebaran yang digunakan, pembuat ransomware tidak perduli dengan siapa yang akan menjadi korban, selama korban tersebut akan membayar biaya tebusan. Dengan menargetkan pengguna Internet yang mungkin berjuta-juta orang di belahan dunia dengan tipe pengguna yang berbeda-beda, meskipun hanya beberapa persen saja yang mau membayar biaya tebusan, skema penyerangan ransomware dalam skala besar ini sudah dapat dikatakan berhasil.
 
Waspada! Ransomware Mengincar Jenis Korban Ini dan Alasannya
Sumber:pixabay.com

Pengguna Rumah
 
Tipe pengguna home users merupakan target ancaman ransomware yang paling efektif. Hal ini dikarenakan persentase pengguna yang tidak familiar dengan komputer atau tidak memahami cara kerja ransomware yang tergolong tinggi. Dengan kondisi seperti ini, tekanan keinginan untuk membayar biaya tebusan juga tinggi apabila ransomware berhasil menginfeksi komputer dan mengunci data-datanya.

Pengguna rumah biasanya memiliki data pribadi yang bersifat sensitif atau penting seperti foto, dokumen kerja/skripsi dan file penting lainnya.

Alasan lain yang menjadikan pengguna rumahan sebagai target empuk ransomware yaitu jarangnya pengguna rumahan yang mem-backup data mereka. Meskipun ada pengguna yang melakukan prosedur backup data, belum tentu juga backup dilakukan secara rutin atau skala durasi backup yang pendek, misalnya mingguan. Celah waktu ini dapat menjadi ancaman ransomware dalam mengincar data yang belum sempat di-backup.

Ransomware pun semakin berinovasi dengan berusaha menghapus file backup yang terhubung melalui harddisk eksternal ataupun jaringan lokal. Dengan demikian, pengguna rumahan diharapkan mengalami depresi sehingga membayar uang tebusan.

 
Kalangan Bisnis
 
Bukan rahasia lagi jika teknologi dapat meningkatkan performa bisnis modern atau konvensional di era saat ini. Implementasi teknologi seperti aplikasi Point of Sale (PoS) yang meliputi data transaksi penjualan pada suatu usaha dapat dikategorikan sebagai data penting bagi suatu badan usaha.

Komputer yang digunakan untuk keperluan bisnis pun acapkali berisi data-data penting lainnya seperti database  konsumen, laporan, source code, proposal, kontrak dan lainnya. Dengan kehilangan data yang bersifat penting ini, pekerja bisnis atau badan usaha berpotensi mengalami kepincangan atau bahkan gulung tikar dengan adanya ancaman ransomware. Di beberapa kasus, pembuat ransomware bahkan membuat tuntutan dengan biaya tebusan yang berbeda jika diketahui korban yang terinfeksi yaitu dari kalangan bisnis.

 
Institusi Umum
 
Rumah sakit dan institusi pemerintahan tidak luput dari ancaman cybercriminal. Skenario dengan menargetkan institusi  pendidikan pun pernah terjadi dengan melibatkan ulah ransomware. Faktor anonymous sehingga tidak dapat dilacak pun membuat cybercriminal tidak segan mengincar target yang dapat menimbulkan ancaman hukum yang serius.

No comments:

Post a comment